Feature

Bekerja Bersama #UbahJakarta Untuk Jakarta Yang Lebih Baik & Ideal

“Nyetang” sepeda motor sendiri bagi saya itu asyik, lho! Apalagi saat jam-jam sibuk, bisa menyelinap di antara kemacetan dan bisa mengatur kecepatan sendiri. Kalau udara sedang bersahabat dan keadaan jalan lengang, merasakan hembusan angin langsung ke kulit saat sedang berkendara sepeda motor juga tidak kalah menyenangkan, rasanya bebas walaupun debu menjadi alas bedak di wajah. Tetapi, terkadang merasa sedih juga sebagai motoris, apabila hujan turun, cuaca terik, polusi, rentan kejahatan, dan masuk angin.

Ngeeeeeennngggg………!!! Motoris Bisa Melaju Melewati Kemacetan

Kalau sedang merasakan jenuh dengan ketidaknyamanan berkendara sepeda motor, rasanya ingin dengan mobil pribadi yang rasa dan terlihatnya lebih nyaman. Tidak akan kehujanan, kepanasan, terkena debu jalanan, aman, dan anti masuk angin malam. Kalau seorang dengan mobilitas tinggi dan sering pulang larut malam, mengendarai mobil pribadi membuat kita tidak khawatir kehabisan angkutan umum dan terlantar di jalan. Sayangnya, penggunaan mobil pribadi di kota sepadat Jakarta tidak efisien, karena kenyamanan berkendara yang didapat harus ditukar dengan waktu tempuh yang lebih lama, membuat waktu berharga yang dapat digunakan untuk melakukan aktivitas lain hilang karena terjebak kemacetan di jalan. Alhasil, hanya kenyamanan semu yang didapat.

Terkunci di Kemacetan

Baik berkendara sepeda motor maupun mobil pastinya ada kekurangan dan kelebihannya. Namun, bukan manusia namanya kalau tidak memiliki siasat. Moda-moda transportasi dengan skema ride sharing seperti ojek sepeda motor dan taksi berbasis aplikasi hadir seperti menyelamatkan mengakomodasi kebutuhan transportasi warga. Mereka menawarkan kemudahan dalam pemesanan, tarif yang terjangkau, dan tentunya pemangkasan waktu tempuh, walau bisa dibilang bukan moda transportasi yang ideal.

Pengendara Ojek Berbasis Aplikasi Yang Sedang “Menarik” Penumpang

Untuk membuat Jakarta yang lebih ideal, lebih baik, bagi warganya, serta sebagai kota besar yakni dengan label ibukota, Pemerintah DKI Jakarta juga sudah meningkatkan pelayanan TransJakarta dengan menambahkan armada-armada baru dan pembukaan koridor-koridor baru, bahkan hingga penyediaan bus pengumpan untuk menjangkau warga yang tinggal di kota-kota penyangga ibukota Jakarta seperti Tangerang dan Bekasi, semuanya dengan tarif sama, yani Rp 3.500,- saja. Maka tidak heran, TransJakarta selalu penuh oleh penumpang. Walau upaya peningkatan pelayanan terus dilakukan, namun belum mampu mengakomodasi semua warga, sehingga pemandangan di dalam bus yang berhimpitan dan seringkali ikut terjebak dalam kemacetan bersama para pengendara kendaraan pribadi lainnya sering kita saksikan.

Adik-Adik Kita Yang Masih Kecil Sedang Menunggu Bus TransJakarta di Halte Monas

Lebih cepat, anti macet, murah, lebih nyaman, dan jangkauannya luas, membuat semakin banyak yang menggunakan Commuter Line sebagai moda transportasi utama. Karena peminatnya yang banyak itu ‘lah, bukan hal yang aneh lagi, melihat pemandangan pada jam-jam sibuk  di dalam kereta yang penuh dengan orang-orang berhimpitan, semuanya berebut tempat duduk karena mayoritas sama-sama telah letih bekerja.

Seorang Bapak Berlari Menerjang Hujan Untuk Dapat Segera Sampai Ke Jalur Kereta di Stasiun Bogor

Segala jenis transportasi umum telah saya coba untuk berkeliling kota, karena orientasi pribadi saya adalah lebih memilih berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum. Alasannya, selain terjangkau secara ongkos, mengurangi polusi dan juga kemacetan, saya senang sekali bertemu banyak orang, karena kesempatan untuk bertemu banyak orang paling besar adalah di dalam transportasi umum. Apalagi coba membayangkan dapat bertemu banyak orang di dalam transportasi umum yang aman, nyaman, terjangkau, dan cepat, semuanya rasanya sangat ideal. Walau Jakarta dan sekitarnya, serta Indonesia pada umumnya belum memiliki transportasi ideal seperti yang ada di bayangan saya, saya optimis di masa mendatang akan terwujud.

MRT Untuk Mengubah Jakarta Menjadi Lebih Baik & Ideal

Yang membuat saya semakin optimis untuk Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia adalah akan segera rampungnya proyek Mass Rapid Transit (MRT). Ingin segera membanggakan menggunakan MRT di negara sendiri. Karena sangat antusias, saya sampai mengirim permohonan kepada pihak MRT Jakarta, agar saya dapat melihat langsung proyek MRT. Tetapi sepertinya sangat antre, sehingga belum mendapatkan balasan apakah dapat melakukan kunjungan atau tidak.

Walau kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum masih rendah, semoga dengan adanya MRT yang lebih nyaman ini nantinya, memacu masyarakat untuk beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum. Bukan tidak mungkin, kesejahteraan masyarakat karena persoalan transportasi tidak menjadi masalah lagi karena lebih lancar, cepat, terjangkau ongkosnya, nyaman, dan aman.

Kalau sudah beroperasi nanti, proyek MRT ini akan memiliki 13 stasiun, yakni:

  1. Stasiun Lebak Bulus
  2. Stasiun Fatmawati
  3. Stasiun Cipete Raya
  4. Stasiun Haji Nawi
  5. Stasiun Blok A
  6. Stasiun Blok M
  7. Stasiun Sisingamangaraja
  8. Stasiun Senayan
  9. Stasiun Istora
  10. Stasiun Bendungan Hilir
  11. Stasiun Setiabudi
  12. Stasiun Dukuh Atas
  13. Stasiun Bundaran Hotel Indonesia

Ini dia peta jalurnya:

(dok. jakartamrt.co.id)

Eksterior Stasiun Lebak Bulus (dok. jakartamrt.co.id)

Bagus bukan stasiunnya? Dengan sistem yang terintegrasi, MRT akan menjadi moda transportasi umum yang ideal bagi warga Jakarta dan Indonesia pada umumnya. Semoga ke depannya bukan hanya Jakarta yang memiliki MRT, tetapi seluruh daerah di Indonesia.

Bekerja Bersama #UbahJakarta bisa dilakukan dari hal kecil yang bisa langsung dilakukan yakni, memilih memakai transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi. Semua upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam memperbaiki sistem transportasi adalah demi hidup warganya yang lebih baik. Jadi, upaya-upaya tersebut tidak akan berjalan dengan maksimal apabila tidak ada kerjasama dari masyarakatnya sendiri. Kemacetan dapat berkurang bahkan bukan tidak mungkin tidak terjadi, kualitas lingkungan lebih baik, dan taraf hidup masyarakat dapat meningkat.

Bekerja Bersama #UbahJakarta (dok. ubahjakarta.com)

Impian warga seperti saya ingin menggunakan transportasi umum yang lebih baik dan ideal bukan lagi mimpi di siang bolong atau harus pergi ke luar negeri dulu. Ayo sama-sama #UbahJakarta!

Cinta Jakarta, Cinta Indonesia!

(Dok. Pribadi (www.dedezire.com))

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply