Feature

Mengenang Satu Dekade Wafatnya Pramoedya Ananta Toer Dalam Bunga Penutup Abad

Saya mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan malam perdana pementasan teater Bunga Penutup Abad, pada Rabu, 24 Agustus 2016. Pementasan perdana tersebut dikhususkan untuk rekan-rekan media, dan pementasan untuk penonton umum sendiri berlangsung 25-27 Agustus 2016, di Gedung Kesenian Jakarta. Saya mendapatkan kesempatan tersebut karena menjadi bagian dari www.sahabatibu-indonesia.com dan www.sahabatcewek.com. Terima kasih Sahabat Grup. Yuhuuu!!!

Malam perdana hari itu juga jadi pertama kalinya saya menyaksikan pertunjukan teater, dan pastinya sangat antusias. Bunga Penutup Abadsendiri adalah teater yang diadaptasi dari buku yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer, dalam tetralogi Pulau Buru. Siapa yang tidak kenal dengan beliau dan karya-karyanya yang sudah diakui nasional dan bahkan internasional, yang telah memenangkan banyak penghargaan. Saya pernah ‘bertemu’ dengan beliau secara tidak sengaja sewaktu foto-memfoto menyusuri taman pemakaman Karet Bivak. Pementasan Bunga Penutup Abad juga dalam rangka memperingati 10 tahun wafatnya Pram.

Teater ini diperankan oleh Happy Salma (Nyai Ontosoroh), Chelsea Islan (Annelies Mellema), Reza Rahadian (Minke), Lukman Sardi (Jean Marais), dan Sabia Arifin (May Marais), serta disutradarai oleh Wawan Sofwan. Berkisah tentang Nyai Ontosoroh yang memiliki seorang anak bernama Annelies, puteri cantik berwajah Eropa yang juga manja. Annelies menikah dengan Minke. Namun Nyai Ontosoroh dan Minke harus menerima keputusan pengadilan putih dan berpisah dengan Annelies yang menuju Belanda.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply