Music My Music Preferences

Rajasinga: III

Bila kita mengetikkan kata ‘Rajasinga’, maka Google akan mengatur sudut pandangnya dengan memunculkan hasil pencarian berupa artikel-artikel yang merujuk kepada jenis penyakit kelamin. Ngeri! Bukan hanya dalam artian yang sebenarnya yaitu bahwa singa adalah raja hutan, tetapi juga penyakit yang menjadi momok bagi kaum Adam. Namun, jikalau diperhatikan lebih teliti, dari beberapa judul artikel yang muncul di hasil pencarian tentang penyakit raja singa pada gambar di bawah ini, ada satu perbedaan yang ditampilkan.

YAP! Di sana tidak ditemukan gambar penyakit mengerikan, tetapi justru artwork yang merupakan milik Rajasinga yang sebenarnya, sebuah grup musik grindcore dengan heavy rock asal Bandung, yang terdiri dari Indra ‘Morrrg’ Wirawan (Bass/Vokal), Bimantoro Amirysyano (Gitar/Vokal), dan Revan Bramadika (Drum/Vokal). Di 31 Agustus 2016 lalu, Rajasinga merilis album ketiga mereka yang berjudul “III”, setelah dua album terdahulu: Pandora (2007), dan yang mengawali perkenalan saya dengan musik mereka, Rajagnaruk (2011).

Jujur, album ini bukan untuk saya, karena tidak untuk dimiliki oleh diri sendiri, dan musiknya juga bukan dari jenis yang sering saya dengarkan, melainkan hanya karena titipan seorang teman yang gila akan rilisan fisik musik, yang sepertinya baru akan kembali ke Indonesia dari pekerjaan menjadi TKI di luar negeri tahun depan. Jadi, bisa dikatakan selama satu tahun, album ini menjadi milik saya. Hehe

Album ini saya beli dari Lawless Jakarta, dan beberapa hari kemudian CD ini sampai. Saya sudah tahu apa yang akan saya lakukan setelahnya; bongkar, foto, dan kirim fotonya ke teman saya itu. Sampai di rumah saya langsung ripped, dan pindahkan ke handphone. Waktu itu saya tidak yakin akan bisa menikmati lagu-lagunya karena standar musik yang saya sering dengarkan datang dari jenis-jenis yang biasa saja, cenderung kacangan, sampai lagu-lagu tema telenovela pun saya dengarkan, dan eheeemmm… hapal :b. Meski bukan bermaksud mendeskreditkan jenis musik tertentu, bisa diakui, musik bagi saya ya harus gampang ‘nyangkut’ di pendengaran dan asyik buat goyang. Saya masih ingat betul, dulu mendengarkan lagu-lagu band beraliran musik keras, salah satunya Mastodon. Dan anehnya, dulu suka banget sampai mendengarkannya setiap hari. Tapi kok semakin ke sini selera musik saya menurun ya, dan nggak ada yang saya inget lagi lagu-lagu Mastodon yang mana saja, hehe. Terlepas dari itu semua, album yang digarap selama setahun lebih (Februari 2015-April 2016) ini pantas didengar untuk para pecinta musik grindcore pada khususnya, yang siap ‘digerinda’ pendengarannya oleh musik Rajasinga yang bertempo cepat.

Rilis Media: RAJASINGA ‘III’

Rajasinga tahu cara berhura-hura dengan musik keras. Unit grindcore yang satu ini memang unik, dan sudah membuktikan progresi musik grindcore dengan heavy rock mereka sejak merilis debut Pandora (2007) dan Rajagnaruk (2011). Kini, Biman (gitar/vokal), Revan (drum/vokal), dan Morrg (bass/vokal), kembali menggerinda dengan sebuah album berbahaya, RAJASINGA: III yang dirilis 31 Agustus 2016, setelah sebelumnya merilis sebuah single gahar, “Masalah Kami Di Negri Ini” beberapa waktu silam.

Musik di album ketiga ini tetap dikerjakan hanya dengan bertiga orang dan tiga instrumen; gitar, bass, dan drum, tidak lebih. Sebuah pernyataan sikap tentang identitas bermusik khas, yang jelas telah melekat di band grind rock ini. Terdapat 14 lagu yang terinspirasi dari kehidupan sehari hari. Rajasinga berbicara tentang sosial, budaya, spiritual, ilmu dan bahkan mimpi-mimpi. Dibalut aransemen yang liar, spontan, tapi tetap nikmat di telinga dengan karakteristik sound yang alami, tanpa banyak polesan make-up di sana dan di sini. Tampil apa adanya, sebagaimana mestinya, album RAJASINGA: III sudah pasti akan menggerinda telinga kalian!

Proses pengerjaan di dapur rekaman memakan waktu setahun lebih, mulai dari Februari 2015 hingga April 2016. Dikarenakan kini ketiga personil telah menetap di berbeda kota, maka proses rekaman pun terjadi di banyak studio. Seperti drum direkam di EC3 Studio Jakarta, bass direkam di Masterplan Studio, Bandung, gitar direkam di Apache Studio, Bekasi, dan vokal direkam di Osiris Studio, Jakarta. Benar benar proses yang nomadic dan rumit di teknis pengerjaan. Akan tetapi semua berjalan lancar, hingga mixing dan mastering di studio Rock On, Bandung.

RAJASINGA: III adalah rilisan dari Negrijuana Productions, bekerjasama dengan Omuniuum, Lawless Jakarta Records, dan Straineyes Productions (Malaysia). Telah beredar dalam kemasan edisi deluxe dengan jumlah terbatas, dan edisi standar di toko-toko musik terbaik, secara langsung ataupun online order. Album ini juga bisa didapatkan di sepanjang tour yang akan mereka jalani mulai September 2016.
Sangat dianjurkan untuk mendengar album ini dengan volume keras, karena itu satu- satunya cara untuk menikmati musik keras.

Selamat menikmati RAJASINGA: III. SEGAN!
#rajasingaIII

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply