Seoul dari Ketinggian Maebongsan

Salah satu hal yang paling menyenangkan dari jalan-jalan sendiri adalah kita bisa pergi ke mana pun yang diinginkan, tanpa intervensi, apalagi harus berhadapan dengan teman seperjalanan yang nggak satu ‘frekuensi’. Mau itu mesti jalan kaki jauh, bakal bikin capek, dan lain sebagainya, kita sendiri yang bisa mengelola dan terima resikonya. Tempat-tempat yang hendak dituju juga bisa sesuai kerangka rencana perjalanan alias itinerary keinginan ataupun dadakan. Nah, foto-foto di bawah ini adalah hasil dari jalan-jalan yang nggak disengaja alias dadakan karena sengaja menyasarkan dan membelotkan diri dari tujuan utama.

Lokasi observatori ini nggak sengaja saya jajaki karena awalnya terhipnotis dengan daun-daun berwarna merah dan oranye yang berguguran dari hutan di sebelah World Cup Stadium, Seoul. Saya menyusup masuk ke dalam hutan tersebut yang ternyata merupakan sebuah gunung! Setelah nyari tahu, ternyata namanya adalah “Maebongsan Mountain”.

Langkah demi langkah, tanjakan demi tanjakan, bikin saya tahu-tahu berada di atas dan sudah jauh dari titik awal. Saya pun heran dan kagum sendiri bisa jalan sejauh itu, nanjak lagi, sempet engap, dan cuma pake sepatu teplek. Khan maen! Dari sana saya bisa melihat pemandangan kota Seoul dari ketinggian. Walaupun selama pendakian lumayan sepi dan agak bikin takut juga, beberapa kali saya bertemu hal-abeoji dan halmeoni (kakek & nenek) yang masih kuat mendaki. Saya kagum sih sama mereka pada kuat-kuat.

Di rute pendakian juga bakal ditemui beberapa alat olahraga dan sempet juga ada bangku ayunan yang terawat dan bebas digunakan. Nggak ada sampah sama sekali dan udaranya segar walaupun di siang bolong (lha ya iyalah pasti bu, ‘kan udah masuk musim gugur mau ke musim dingin.). Saya akhirnya turun untuk kembali ke rute tujuan awal, yakni ke Haneul Park. Untuk ke Haneul Park pun saya harus jalan menanjak dan melewati banyak anak tangga. Hmmmppphhhfff…

Walaupun jalan-jalan sendirian itu asyik, jalan bareng temen juga nggak kalah asyik. Yang penting, harus sepakat di awal dan satu ‘frekuensi’ biar selama perjalanan nggak saling ngambek alias cranky.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *