Music

Kilas Balik Lagu-Lagu Anak Favorit 90-an

Ada banyak hal yang langsung terlintas di pikiran sepanjang mengingat masa kanak-kanak. Walaupun semuanya nggak mampu ‘dipanggil’ kembali oleh ingatan satu per satu, nggak dapat dipungkiri pasti nggak sedikit pula yang masih melekat di ingatan secara jelas hingga saat ini karena mungkin saja dianggap penting dan selalu membawa kebahagiaan, misalnya seperti ingat kepada teman-teman di sekolah dulu, para tetangga yang rumahnya saling berdempetan, jajanan-jajanan khas, hingga musik yang didengarkan.

Bagi anak-anak yang lahir di era 1990-an, mendengarkan lagu-lagu yang khusus diperuntukan untuk anak-anak sungguh mudah dan banyak pilihannya karena banyak stasiun televisi Indonesia pada masa itu memiliki program khusus yang menyiarkan video klip dari para penyanyi cilik. Sepanjang yang saya ingat, antar anak pasti memiliki beragam lagu kesukaan mau pun musisi idola tertentu. Mendengarkan lagu-lagu khusus anak-anak dulu bagi saya tentu membawa kebahagiaan, memberikan kesan tertentu yang juga nggak saya lupakan hingga saat ini. Lalu, saya tergelitik untuk mencoba mendengarkan kembali lagu-lagu penyanyi cilik yang dulu saya gemar sekali dengar dan saksikan, dan mencoba menginterpretasikan kembali sudut pandang setelah dewasa, untuk menguji apakah rasa antusiasmenya masih sama atau sudah berbeda.

Berikut di bawah ini lagu-lagu anak kesukaan saya dulu yang berhasil diingat beserta sedikit memorinya.

1. Susan & Kak Ria Enes – Cita Cita Versi 1

Sobat 90-an pasti ingat duet maut ini. Waktu masih kanak-kanak dulu, mendengar lagu dan menonton beberapa video klip dari Susan dan Kak Ria selalu bikin takjub. Melihat sebuah boneka bisa bicara dan menyanyi terlihat sungguh ajaib dan mengagumkan. Waktu masih kecil nggak mengerti dan tahu bahwa itu adalah suara Kak Ria. Saya dibuat percaya bahwa Susan itu benar-benar makhluk hidup. Padahal, andai kata kalau dulu sudah punya nalar yang mumpuni, alih-alih terhibur dengan tingkah Susan yang di-plot memiliki kepribadian yang riang, jenaka, cenderung konyol, dan memiliki karakter suara yang agak serak, sebuah boneka bisa berperilaku seolah-olah seperti anak manusia dan tak kunjung dewasa justru bikin seram. Horor! Sama halnya dengan video klip dari lagu ini, yang bagi saya yang nonton ulang ini jadi menegaskan bahwa Susan adalah boneka yang bukan hanya konyol, tapi juga freak!

Di pembuka video klip, adegan Susan sedang mengendarai mobil dan tiba-tiba, nggak ada angin, nggak ada hujan, tahu-tahu dengan sekonyong-konyong dia nabrak tempat sampah yang di atasnya yang ada kucingnya yang bikin tuh kucing jatoh dong. Maksudnya apa coba? Indikasi bahwa Susan psikopat!!!

2. Trio Kwek Kwek – Jangan Marah

Kalau membahas musik anak-anak 90-an, Trio Kwek Kwek langsung ada di top of mind. Nggah heran sih, karena lagu-lagu trio ini emang catchy. Sebagai salah satu pendengarnya dulu, suasana hati setiap mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan mereka waktu itu memang riang gembira. Tetapi kalau saya dengarkan kembali, lirik lagu ini bikin saya ngeri karena menanamkan bibit dan membentuk pola pikir bahwa Mama itu kerjaannya marah-marah melulu dan kayaknya cuma nyuruh anaknya belajar dan berangkat ke sekolah. Padahal, bekal anak-anak ‘kan bukan pendidikan formal di sekolah saja. Bisa jadi mamanya Papa T. Bob (pencipta lagu ini) pola pikirnya jadul gitu, deh! Hehehe….

3. Maissy Pramaisshela – Jumpa Lagi

Gara-gara Maissy, dulu saya pengen punya rambut panjang, hitam dan lebat. Namun sayang dan pada kenyataannya, rambut saya yang kalau kata Nyokap adalah rambut jagung; tipis, lemes, dan berwarna kemerahan. Kebalikannya. Maissy di mata saya dulu adalah standar anak perempuan cantik, sungguh kerendahan diri yang sayang sekali sudah ada di diri saya waktu kecil. Tapi setelah saya dengar lirik dan tonton ulang video klip lagu ini setelah dewasa, saya jadi sadar bahwa Maissy itu ibarat gadis populer seperti karakter di film-film yang agak sombong karena tahu dia cantik, dan hmmm… saya jadi ngehGimana bisa Maissy di umur yang masih sekecil itu di video klip ini bisa nunjukin ekspresi muka sengak dan tengil?!?’. Dia diarahkan dan dibentuk citranya sebagai anak kecil manis yang punya segala-galanya. Nggak cuma di video klip ini citra itu coba ditunjukan, di video klip lainnya yang berjudul “Rumahku”, Maissy bernyanyi seolah-olah menggambarkan tentang bagaimana megah rumahnya dan dia nari-nari di area rumah pake headphone dong, padahal nggak lagi di panggung. Jadi intinya dia mau pamer kecantikan dan pamer harta. Lha, kok saya jadi nyinyir iri dengki gini, yak :b? Nggak kok, cuma iseng mengamati. Hehehe….

4. Sherina – Dia Pikir

Walau bukan dari era 1990-an, saya rasa perlu memasukan lagu ini karena ingat bagaimana film ‘Petualangan Sherina’ booming banget tahun 2000 dulu. Setelah dibuat iri oleh gambaran kecantikan dan kekayaan material yang dimiliki Maissy, saya lalu dibuat kagum dengan kejernihan suara Sherina. Dulu, mendengar seorang anak punya suara bagus bervibra (hehe) seperti Sherina itu luar biasa banget kesannya, karena biasanya mendengar penyanyi cilik dengan suara khas anak-anak yang walau nggak jernih dan merdu tapi sudah dianggap cukup karena menghibur. Nah, begitu ada Sherina rasanya jadi ‘wah’ gitu, deh! Walau lagu ini nggak nunjukin banget kemampuan vokal Sherina yang merdu itu, tapi lagu ini playful dan nempel sampai sekarang. Tapi ada satu penggalan lirik berupa celotehan Sadam ke Sherina yang ngerendahin perempuan gitu. Masa katanya, ‘Yang namanya jagoan nggak pake rok!’. Ih sadam, seksis deh! *tampol*.

Esktra:

Tambahan, karena lagu ini bagus banget liriknya, dewasa. Video klip dan tentunya suara Sherina juga bagus di sini.

5. Joshua Suherman – Terima Kasih Tuhan

Lagu ‘Obok-Obok’ memang jadi yang paling diingat dari Joshua yang mengantarkan dia jadi salah satu penyanyi cilik termahal pada masanya. Tapi yang membekas di ingatan saya adalah lagu ‘Terima Kasih Tuhan’ ini. Lagu ini dinyanyiin di film yang dibintangin Joshua sendiri sebagai Jojo, yakni ‘Joshua oh Joshua. Kenangan saya dari film ini adalah……… mewek. Nonton film ini bikin sedih banget dulu. Hiks… Di film ini, Joshua berakting bareng Mega Utami, penyanyi cilik juga.

6. Tina Toon – Bolo

Yang saya kagumi dari Tina Toon adalah bagaimana dia begitu lentur dan gerakan kepalanya yang muter-muter itu. Di lagu ‘Bolo’ yang bikin dia terkenal hingga jadi imej yang kayaknya sulit lepas dari dirinya sampai sekarang ini, kalau sekarang saya coba-coba amati, adalah menggambarkan tentang bagaimana anggota keluarganya dari Mama, Papa, Nenek, dll., begitu gemes sama sosok Tina kecil yang gemesin, sehingga dia dipanggil ‘Bolo-Bolo’. Liriknya sangat sederhana dan bolo-bolo. *Halah, apa sih?

7. Tasya – Libur T’lah Tiba

Lagu yang dinyanyiin Tasya ini belum ada gantinya deh kayaknya sampai sekarang untuk menggambarkan bagaimana menggembirakannya begitu hari libur datang. Aransemen lagu ini juga bagus. Sosok Tasya sendiri telah bertransformasi dari anak kecil chubby berlesung pipit dalam dan suara cerianya, menjadi perempuan dewasa yang jejaknya di bidang pendidikan bisa dijadikan inspirasi. Mendengarkan lagu ini kembali rasanya tetap sama, menyenangkan!

Nah, teman-teman yang sudah mampir di tulisan ini punya lagu-lagu masa kanak-kanak kesukaan dan kesan-kesannya juga nggak? Tulis di kolom komentar, ya :)!

You Might Also Like

1 Comment

  • Reply
    inunrzh
    July 25, 2018 at 2:32 am

    Hahaha. Udah dewasa gini apa-apa dinalar dan baru sekarang ngeh buat menelaah videoklip, dulu-dulu mah joget-joget asik aja.

  • Leave a Reply