Photography Travel

Sore Itu di Kuningan

Saya masih ingat betul bagaimana suara anak-anak memainkan alat musik sambil bernyanyi lagu yang dari awal hingga akhir hanya berlirikan ‘Main di Luar’.

”Main di luar, oooyyy, main di luar. Main di luar, yok ayo main di luar… Main di luar, oooy, main di luar… Main di luar, yok ayo, main di luar… (diulang 9999999999x).

Lagu tersebut pertama dan jadi kali terakhir saya dengar yakni pada tanggal 17 Agustus 2011, di Kandank Jurank Doank. Karena ingat lagu itu, saya jadi berpikir tentang asyiknya main ke luar rumah.

Ngomong-ngomong soal main ke luar rumah, seminggu yang lalu, tepatnya, 05 Mei 2018, setelah habis piknik mini di taman Monas, saya melanjutkan perjalanan ke daerah Kuningan. Dari Halte TransJakarta Monas, saya menumpang bus jurusan Monas-Ragunan lalu transit di Halte Departemen Kesehatan. Dari sana saya lanjut dengan bus pengumpan jurusan Stasiun Tebet-Depkes-Karet lalu turun di Halte Sekolahan, di sebelah mal Kota Kasablanka.

Setelah itu, saya menyeberang lalu melanjutkan dengan berjalan kaki ke arah taman pemakaman Menteng Pulo II. Di sebelah taman makam tersebut ada tanah lapang, yang kalau dilihat dari pintu masuknya tidak akan membuat banyak orang ‘ngeh’ dengan apa yang ada di dalamnya.

Bau bakaran sampah, anak-anak bermain layangan, sepeda, dan yang usianya lebih kecil sibuk berlarian ke sana ke mari, menyambut saya begitu masuk di sore menjelang petang bersemburat hari itu. Di sudut lainnya, ada banyak orang yang sedang berlomba burung dara/merpati, yang begitu saya dekati, perlombaan itu berkesan terkoordinasi dengan baik.

Tanah lapang yang terkesan berantakan dan kumuh tersebut terlihat kontras dengan gedung-gedung perkantoran Kuningan yang menjulang tinggi dengan arsitektur modern. Berkhayal, kalau tanah lapang tersebut ditata menjadi taman yang apik, saya berani jamin, suasananya bakal seperti Central Park di New York, walaupun saya belum pernah ke sana tetapi hanya lihat di foto-foto milik orang lain, dan walaupunnya lagi apakah menyulap tanah lapang itu ideal atau tidak karena berarti harus menggusur yang ada di sana saat ini. Semoga, keriangan anak-anak yang ada di sana yang saya lihat sore itu akan selalu ada.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply