Travel

Hutan Kota Srengseng Yang Tak Terurus Tetapi Menyenangkan

Menurut jakarta.go.id, situs web resmi milik pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta), ada 3043 tempat Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang terdata di Jakarta raya. Jumlah ini sendiri diperbarui terakhir kali pada 25 November 2016. Dari jumlahnya yang ribuan tersebut, dibagi dalam 8 jenis RTH, yakni:

Ternyata banyak juga, ya! Selama ini tahunya yang hijau-hijau itu di sekitaran Monas, Kebun Binatang Ragunan, dan warung makan Sunda (baca: lalapan, eaaa…). Setelah tahu daftar ini, malah jadi pusing sendiri, kapan selesainya kalau pengen mengunjungi semua tempat tersebut? Untuk yang mau tahu lebih lengkap mengenai RTH-RTH yang jadi bagian data di atas, dapat diperiksa langsung dengan mengunduh berkas .xls “Data Seluruh Ruang Terbuka Hijau di Provinsi DKI“.

Nah, hari sabtu, 15 Juli 2017 lalu, karena dekat dengan kampus dan saya gabut seperti biasa, bersama Nur, teman baik saya, kami mengunjungi Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat. Sudah tahu tentang Hutan Kota Srengseng ini sebelumnya, cuma belum pengen dan belum sempat untuk berkunjung. Berkat saran dari teman, yang awalnya saya dan Nur ingin ke Pelabuhan Sunda Kelapa, memutuskan ke sini aja.

Plesiran yang telah saya dan Nur beberapa kali lakukan kami beri tema “Jalan-Jalan Melarat”, yakni mencari kesenangan namun dengan biaya yang rendah, sesuai dengan keadaan keuangan kami yang belum seberapa. Menjadi senang dan berwisata itu nggak perlu keluar uang banyak dan jauh. Walau keinginan jalan-jalan yang jauh dan fancy pasti ada, tetapi selama belum bisa karena satu dan lain hal, pergi ke tempat-tempat sekitaran bisa jadi pilihan yang menyenangkan.

Cukup dengan biaya masuk Rp 2.000,-/orang, dan biaya parkir Rp 2.000,-/motor, bisa guling-gulingan di sana sampai puas. Begitu masuk, kami langsung terkesima karena rimbun sekali, bener-bener kayak hutan beneran. Bukan hutan kota ala-ala yang nggak rimbun-rimbun banget seperti di awal perkiran saya. Saya pikir, ah paling banyak gimiknya dibandingan pu’un-nya (maksudnya pu’un tuh pohon :b). Halah, gimik :b! Hmmm, walau rimbunnya cenderung karena nggak keurus sih, jadi beneran liar kayak hutan beneran. Cuma bedanya ada tukang rujak bebek sama beberapa warung kecil.

Kami berjalan perlahan-lahan dan nggak berhenti-hentinya terkagum karena adem, nggak nyangka aja di Jakarta yang panasnya meletek ada bagian yang masih seger-seger, terasa seperti sedang berada di Tahura, Bandung. Membentangkan tangan sejauh yang dibisa, kepala menengadah ke angkasa dengan mata tertutup, menarik napas dalam-dalam, lalu teriak,

I’M ALIIIIIIIIIVVVVVVVVVEEEEEE………!!!!!!!!!

Tak berapa lama berjalan, dari kejauhan saya sudah dapat melihat kubangan berwarna hijau. Itu sepertinya danau buatan gitu deh, yang nggak ngalir terus berubah warna jadi hijau lumutan. Otak saya langsung nyambung ke The Swamp Thing, makhluk rawa-rawa, hehehe.

Kalau ini The Swamp Thing dari Hutan Kota Srengseng, hehehe…

Hutan kota ini lumayan luas, kami senang sekali pokoknya. Sore itu, Hutan Kota Srengseng nggak rame, standar ‘lah. Enak buat jalan-jalan, jadi tenang dan selaw. Ada yang pacaran, mancing, lari sore, banyak anak naik sepeda juga. Saya dan Nur hanya janjian berdua, tetapi karena kami update di Insta Story, dua temen lainnya pengen ikutan nyusul, padahal mereka lagi di mall. Nggak lama, Ichi & Suci datang. Yang mulanya bertema “Jalan-Jalan Melarat”, berubah menjadi “Girls Day Out”, disusul memproduksi foto grup yang lumayan banyak, cekrak-cekrek sana-sini.

Jikalau saya boleh mengumbar, duduk di pinggiran danau buatan di Hutan Kota Srengseng ini sedikit seperti sedang duduk di Central Park, New York. Coba perhatikan foto di bawah ini dengan pikiran positif dan hati yang terbuka :b.

Duduk di Tepi Danau Buatan Central Park a la Srengseng

Sayang banget sebenernya dengan hutan kota ini yang dibiarkan nggak keurus. Dengan potensi luas lahan, beragamnya vegetasi, ada danau buatannya, dan malah kayak ada semacam panggung gitu, dengan tempat duduk bertingkat seperti di stadion. Kalau diurus dengan baik, bisa dimanfaatkan untuk acara aktivasi warga sekitar, komunitas, bahkan acara-acara seru lainnya seperti foto-foto pra-nikah, pesta pernikahan, dan lain sebagainya. Ih beneran deh bakal bagus!

Nur di atas “Panggung”
Dari Bangku Penonton

Dari HP Ichi.

Semoga post ini dilirik dan Hutan Kota Srengseng dan hutan kota lainnya yang nggak keurus dibenahi sehingga benar-benar semakin nyaman untuk dikunjungi warga, menjadi alternatif tempat rekreasi yang menyehatkan karena banyak pohonnya, mengedukasi karena tiap pohon ada keterangan namanya, dan murah pastinya. Untuk warga DKI, coba deh ke sini selain ke Monas.

Semoga saya bisa mengunjungi tempat-tempat murah asyik lainnya di Jabodetabek. Semoga (lagi) tempat-tempat lokal kayak gini semakin banyak dikunjungi, nggak cuma pusat perbelanjaan terus.

Dini Murti

A simple person who loves photography, writing, a student who learns by time and doing, and hope can travel around the world.

You may also like...

16 Comments

  1. Intan Rosmadewi says:

    Hutan Koranya serasa hutan beneran Subhanallah sukak lihat futu – futunya

    1. Iya Bun, nggak kalah dari Tahura, hehehe… Makasih Bun sudah mampir :).

  2. Wah, perlu coba ke sana, selain hunting foto boleh juga kan sambil hunting ikan? Xixixixixi

    Image nya keren mbak e

    1. Sekali dayung 2-3 aktivitas terlampaui, hehehe… Thanks kak.

  3. bisa buat hunting poto, atau poto prewed ya.. hehhehe kece ih hutan srengseng, aku malah baru tau lho. Thanks infonya

    1. Iya, cuma sayang agak kurang keurus jadi kayak hutan belantara, dan masih ada sampah. Hehehe…

  4. Bagusnyaaa foto-fotomu mba! <3 <3

    1. Terima kasih banyak Mbak Marga :).

  5. Hi Mba Dede,

    Salam kenal. Aku suka sama foto-fotonya. Sukaaaa banget tone warnanya. Aku jg suka ajak naeema ke taman di DKI

    1. Salam Kenal Mbak Desy. Terima kasih sudah suka dengan fotonya, hehe. Iya, ke taman bisa jadi pilihan yang asyik. Kembali ke alam gitu, hehehe.

  6. Hutan kotamya asyik banget ini mah. Aku jadi ingat hutan kota di kampung yang kurang terurus hehe

  7. Akses angkutan umumnya mudah ga mbak?

    1. Dua kali naik angkot Mbak, sisanya bisa jalan kaki atau naik ojek biar cepet.

  8. wiiii seru banget, jalan2 sebentar di kehijauan tapi masih di kota :). pas banget buat sesi pemotretan ya ;p

    1. Iya Mbak Zatta, wisata murmer :D!

  9. Nah nah ini kmrin aku rencana mau ke sini, tp aku malah ke sunda kelapa. Ternyata lumayan instagramable ya, meskipun gk terurus hutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *